
Haedar Nashir: Ekoteologi Basis Membangun Lingkungan yang Memberi Maslahat
Tarjihuna.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjadi keynote speaker dalam Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pemaparannya, Haedar menegaskan bahwa manusia sebagai hamba Allah memiliki mandat kekhalifahan di bumi, yakni merawat dan mengelola alam semesta demi kemaslahatan yang lebih luas. Ia mengutip Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30 dan Al-A’raf ayat 56 sebagai dasar teologis bahwa manusia ditugaskan menjaga lingkungan, bukan merusaknya.
“Secara teologis kita memiliki mandat untuk melestarikan lingkungan. Maka secara hukum syar’i, merawat dan mengelola hutan serta alam yang melahirkan kemaslahatan merupakan kewajiban,” ujarnya. Ia menambahkan, konsep tersebut dikenal sebagai ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa ajaran agama memberikan landasan kuat bagi tanggung jawab ekologis.
Menurut Haedar, tugas kekhalifahan merupakan amanah agung bagi seluruh Bani Adam yang ditakdirkan hidup di bumi. Karena itu, manusia tidak cukup sekadar tinggal, melainkan harus berperan aktif menghadirkan manfaat bagi lingkungan. Ia mengingatkan agar umat tidak bersikap pasif terhadap persoalan alam.
“Bumi membutuhkan pengelolaan. Pengelolaan itu bisa dilakukan Muhammadiyah dengan berkolaborasi bersama pemerintah serta berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri,” tegasnya.
Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci menghadapi krisis lingkungan global. Dengan sinergi tersebut, gerakan keagamaan tidak hanya berperan dalam dakwah spiritual, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi keberlanjutan bumi.
Penulis Piet Hizbullah Khaidir Editor Syahroni Nur Wachid
