Tarjihuna.id – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat tentang pelaksanaan shalat gerhana bulan total yang akan terjadi pada Selasa Wage, 14 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 3 Maret 2026 M. Peristiwa astronomi tersebut diperkirakan melintasi seluruh wilayah Indonesia.
Dalam maklumat bernomor 01/MLM/I.1/E/2026 yang diterbitkan di Yogyakarta pada 3 Ramadhan 1447 H/20 Februari 2026 M, disebutkan bahwa fase gerhana dimulai dengan gerhana sebagian pukul 16.50 WIB, kemudian memasuki gerhana total pukul 18.04 WIB, mencapai puncak pukul 18.33 WIB, berakhir total pukul 19.02 WIB, dan selesai seluruh rangkaian gerhana pada pukul 20.17 WIB. Waktu berbeda berlaku untuk wilayah WITA dan WIT.
Sehubungan dengan fenomena tersebut, pimpinan dan warga Muhammadiyah diimbau melaksanakan salat gerhana bulan (shalat khusuf) sejak gerhana sebagian mulai di daerah masing-masing hingga gerhana berakhir atau sampai bulan terbenam. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan sedekah.
Maklumat tersebut menegaskan bahwa gerhana matahari maupun bulan merupakan tanda kebesaran Allah dan tidak berkaitan dengan pertanda nasib buruk bagi individu atau suatu negeri. Karena itu, peristiwa gerhana sepatutnya disikapi secara ilmiah sekaligus spiritual melalui ibadah dan refleksi keimanan.
Dokumen itu ditandatangani pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid, dengan sekretaris tercantum Dr. H. Hamim Ilyas. Pada lampirannya juga disertakan tuntunan ringkas tata cara salat gerhana sebagai panduan bagi masyarakat.
Majelis Tarjih berharap maklumat ini menjadi perhatian seluruh pimpinan dan warga persyarikatan serta umat Islam secara umum agar dapat memanfaatkan momentum gerhana sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
